preeeeeeeet….creeeeeeeett….creeeeeeeeet……creeeeeeet…….ceeeeet…ceeeet…ceeeet
!!! Alex memekik dan memekik keenakan, tubuhnya kejang-kejang, duburnya
menyempit dan menjepit tool dalam
duburnya..”Aaaaaaaaaaaggggggghhhhhhhhhhhh………….Leeeeeeeeexxx !!! ……..saya nggak
kuat menahan gairah untuk meledak kedua kalinya………..srrrrrrrroooooooooottttttttt…..ssssrrrooooottt
!!! peju saya membanjir dan mengalir sampai jauh seperti Bengawan Solo……..
paha
dan selangkangan saya basah keringat, basah air mani……lelehan peju bahkan
membasahi sprei putih ranjang pengantin ! Alex terkulai lemas, kemaluan saya
lunglai dan membebaskan diri dari anus perjaka negeri seberang. Kami berdua
ngos-ngosan, sama-sama layu, sama-sama terjerembab setelah mengarungi puncak
asmara.
Karena kesibukanku yang tiada terkira, setiap pagi Alex gentayangan
sendirian, naik motor, tapi ia mengunjungi beberapa daerah sesuai advisku. Aku
sendiri sebenarnya diam-diam mencari penilaian yang adil terhadap sebuah
daerah. Katakan saja ia kukirim sebagai pengamat, apakah selama ini penilaianku
terhadap suatu tempat cukup beralasan untuk dijual sebagai tujuan pariwisata
atau kurang layak. Ada ribuan tempat di Bali yang belum dilirik orang, selama
ini aku selalu sukses, tetapi aku perlu masukan dari orang lain, orang bule !
Dan Alex menjalankan tugasnya dengan baik. Saat kami makan malam kami bertukar
pendapat dan aku tidak malu-malu menanyakan hal-hal yang tidak kuketahui,
paling tidak pendapatnya sebagai turis muda ! Meskipun bukan the upper class of
America, tetapi Alex berasal dari keluarga terpelajar, status merekapun middle
up. Jadi pendapatnya turut aku pikirkan untuk menciptakan perjalanan liburan
anak-anak muda ke Bali seperti dia.
Alex sangat menikmati hari-harinya, pagi ia mengamati pengrajin-pengrajin
perhiasan, siang ia mengamati para seniman kayu, sore atau malam hari ia menyaksikan
pertunjukan tarian. Ia keluar masuk galeri lukisan, museum dan sebagainya. Aku
mengenalkan dia kepada teman-temanku seniman tulen, pelukis senior dan yunior,
pemahat kenamaan, penyair dan pemotret. Ubud adalah surga para seniman, lembah
pencinta seni. Margareth Mead mengatakan Ubud adalah surga para Bohemian.
Sementara Bali sendiri merupakan surga yang nyata di muka bumi. Seperti
siapapun, Alex jatuh cinta kepada Bali, kepada penduduknya yang ramah dan penuh
persahabatan, cinta pada alamnya yang elok permai, ia terpesona bahkan tersihir
dengan alunan music gamelan dan tari-tariannya yang menghipnotis.
Rencana Alex sebelumnya berlibur 3 bulan keliling Asia, ke Bali, Jakarta,
Singapore, Hong Kong, Tokyo, Kyoto, Nara, Osaka dan Fukuoka. Kenyataannya ?
selama 3 bulan Alex nyangkut di Bali, hatinya nyangkut dihatiku, toolnya
nyangkut di anusku. Ia meniduriku penuh birahi setiap malam, menghabiskan
gairah

Tidak ada komentar:
Poskan Komentar