Selasa, 20 Maret 2012

SEX DI PULAU BALI 9

preeeeeeeet….creeeeeeeett….creeeeeeeeet……creeeeeeet…….ceeeeet…ceeeet…ceeeet !!! Alex memekik dan memekik keenakan, tubuhnya kejang-kejang, duburnya menyempit dan menjepit tool dalam duburnya..”Aaaaaaaaaaaggggggghhhhhhhhhhhh………….Leeeeeeeeexxx !!! ……..saya nggak kuat menahan gairah untuk meledak kedua kalinya………..srrrrrrrroooooooooottttttttt…..ssssrrrooooottt !!! peju saya membanjir dan mengalir sampai jauh seperti Bengawan Solo……..


paha dan selangkangan saya basah keringat, basah air mani……lelehan peju bahkan membasahi sprei putih ranjang pengantin ! Alex terkulai lemas, kemaluan saya lunglai dan membebaskan diri dari anus perjaka negeri seberang. Kami berdua ngos-ngosan, sama-sama layu, sama-sama terjerembab setelah mengarungi puncak asmara.

Karena kesibukanku yang tiada terkira, setiap pagi Alex gentayangan sendirian, naik motor, tapi ia mengunjungi beberapa daerah sesuai advisku. Aku sendiri sebenarnya diam-diam mencari penilaian yang adil terhadap sebuah daerah. Katakan saja ia kukirim sebagai pengamat, apakah selama ini penilaianku terhadap suatu tempat cukup beralasan untuk dijual sebagai tujuan pariwisata atau kurang layak. Ada ribuan tempat di Bali yang belum dilirik orang, selama ini aku selalu sukses, tetapi aku perlu masukan dari orang lain, orang bule ! Dan Alex menjalankan tugasnya dengan baik. Saat kami makan malam kami bertukar pendapat dan aku tidak malu-malu menanyakan hal-hal yang tidak kuketahui, paling tidak pendapatnya sebagai turis muda ! Meskipun bukan the upper class of America, tetapi Alex berasal dari keluarga terpelajar, status merekapun middle up. Jadi pendapatnya turut aku pikirkan untuk menciptakan perjalanan liburan anak-anak muda ke Bali seperti dia.

Alex sangat menikmati hari-harinya, pagi ia mengamati pengrajin-pengrajin perhiasan, siang ia mengamati para seniman kayu, sore atau malam hari ia menyaksikan pertunjukan tarian. Ia keluar masuk galeri lukisan, museum dan sebagainya. Aku mengenalkan dia kepada teman-temanku seniman tulen, pelukis senior dan yunior, pemahat kenamaan, penyair dan pemotret. Ubud adalah surga para seniman, lembah pencinta seni. Margareth Mead mengatakan Ubud adalah surga para Bohemian. Sementara Bali sendiri merupakan surga yang nyata di muka bumi. Seperti siapapun, Alex jatuh cinta kepada Bali, kepada penduduknya yang ramah dan penuh persahabatan, cinta pada alamnya yang elok permai, ia terpesona bahkan tersihir dengan alunan music gamelan dan tari-tariannya yang menghipnotis.

Rencana Alex sebelumnya berlibur 3 bulan keliling Asia, ke Bali, Jakarta, Singapore, Hong Kong, Tokyo, Kyoto, Nara, Osaka dan Fukuoka. Kenyataannya ? selama 3 bulan Alex nyangkut di Bali, hatinya nyangkut dihatiku, toolnya nyangkut di anusku. Ia meniduriku penuh birahi setiap malam, menghabiskan gairah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar