Sabtu, 18 Februari 2012

NGOCOK KONTOL TEMEN BAGIAN 1

Perkenalkan namaku jefri, aku seorang abg, pelajar salah satu SMA negeri di Kota Yogyakarta. Umurku 16 tahun. Perawakanku tinggi 175 cm dengan berat badan 60 cm. Kesimpulannya, aku seorang cowok tinggi, tubuhku standar ga terlalu kurus dan ga terlalu gemuk. Wajahku lumayan tampan, didukung oleh warna kulitku yang putih bersih, bahkan banyak orang mengatakan bahwa aku seperti warga keturuna cina, padahal orang tuaku orang jawa.
Memang, aku masih mempunyai keturunan darah orang cina, dari ngkong dan nenekku yang memang cina. Meskipun aku dikaruniani fisik yang lumayan, namun tidak membuatku percaya diri, bahkan aku sering merasa rendah diri sehingga pergaulanku pun tidak terlalu luas, hanya memiliki beberapa teman akrab saja. 

Aku mempunyai teman-teman kumpul di daerahku, sebut saja ada andi, adi, jack, dan rony. Kami begitu akrab karena mempunyai kesamaan hoby yakni olahraga. Disamping itu rumah kamipun berdekatan, semula aku tinggal di rumah nenekku satu rw dengan mereka sejak kecil hingga aku mulai beranjak kelas 3 SMP dan orang tuaku membeli rumah yang berjarak 1 km dari rumah nenekku. Sejak saat itulah, kami pindah ke rumah yang baru. Meskipun jarak rumahku dengan rekan-rekanku tidak sedekat dulu, kami masih sering bermain bersama, karena aku lebih sering menghabiskan hariku di rumah nenekku yang notabene tinggal sendirian di rumah tersebut. 

Hubungan persahabatan kami sangat akrab, mereka teman masa kecil hingga sampai kami bersekolah. Kami berlima bahkan pernah bersekolah di SD yang sama di kampung halaman kami. Hanya aku saja yang pada akhirnya terpencar ke sekolah lain ketika aku masuk SMP dan SMA karena nilai prestasiku lebih unggul ketimpang keempat temanku yang lain. Kalau empat temanku itu, mereka dari TK sampai dengan SMA tetap satu atap sekolah meskipun kelas mereka pun berbeda-beda. Yang jelas, kegiatan kami sering dilakukan secara bersama-sama. 

Suatu malam, tepatnya malam minggu, seperti biasa kami nongkrong bersama, karena kami semua masih pada jomblo belum berpacaran dengan cewek manapun. Malam minggu kali ini, aku hanya menghabiskan waktu bersama mereka sampai pukul 10 malam. Biasanya, ketika malam minggu, aku selalu tidur di rumah nenekku, namun kali ini aku harus pulang karena kedua orang tuaku sedang ada acara keluarga di luar kota.

"hey... aku cabut dulu ya! dah malam nih...!" kataku akan mengakhiri perjumpaanku dengan teman-teman. 
"Ngapain buru-buru pulang? belum juga jam sepuluh! kayak perawan aja lu!" jawab andi.
"Iya nih, ga seru ah...! biasanya kan kita sampe larut...!apalagi ntar ada pertandingan bola, AC Milan vs Real Madrid! kita tunggu aja ntar sampe bolanya main!" sahut rony.
"setuju...!ntar kita nonton bola bareng aja di rumahku, sambil begadang! kita aruhan aja gimana? yang kalah harus traktir kita besok!" tandas jack.
"he em... biasaja kan kamu tidur di rumah nenekmu kan? ngapain juga balik ke rumah?lagian besok libur...! tambah adi.

"waduh...waduh...! begini lho, bukanya aku ga mau begadang, tapi rumahku lagi kosong! ga ada penghuninya, babe n mamiku pergi ke luar kota! besok sore paling mereka baru pulang" jawabku seraya mengambil kunci motor dari saku dan beranjak menaikki motorku.

"tunggu-tunggu... gimana kalau kita pindah tongkrongan aja ke rumahnya jefri?kita nonton bolanya di sana aja! skalian nginep, trus besok paginya kan kita ada acara mo renang bareng?" andi mengusulkan ke temen-temen yang lain.
"wah...! boleh tuh...! iya bener gitu aja, daripada satu pulang, yang lain ntar juga pada ikut pulang!" jawab temen-temen yang lain.

"gimana jef?" tanya adi. 
"okelah...! aku sih ga masalah, ya udah kita cabut sekarang aja yok...! ga enak ma tetangga rumahku, aku ga terlalu akrab dengan mereka soalnya!" jawabku sekenanya.

Setelah terjadi kesepakatan, kami pun beranjak mengambil motor masing-masing dan menuju ke rumahku. Aku segera menyiapkan karpet lebar buat kami berlima tidur di ruang keluarga tepat di depan televisi. Makanan dan minuman pun segera aku suguhkan sembari kami ngobrol ke sana ke mari menunggu pertandingan bola malam ini mulai.

Tiba-tiba jack memberi usul "eh...bolanya ntar main jam 1 ya?wah ini masih jam 11 tuh, bete juga nunggu kelamaan, gimana kalau kita nonton bokep aja?

"Hah....! boleh-boleh tuh...! tapi.... kita ga punya kasetnya!" jawab rony.
"Tenang... sebentar!" jack menjawab sambil berdiri menuju ke motornya yang tengah di parkir di depan rumahku, membuka jok motor dan mengeluarkan bungkusan plastik berwarna hitam dan menunjukkannya kepada kami.

"Nah...! ini dia...!" kata jack sambil membuka bungkusan itu yang ternyata isinya adalah sejumlah kaset bokep lengkap dengan sampul gambarnya yang hot.

"Cerdas....! memang untuk urasan bokep ria, jack jagonya!" kata andy. 

Aku masih tidak mengerti, sempat-sempatnya jack membawa kaset bokep, dan darimana dia dapat semua itu? dasar anak itu, memang ada-ada saja, paling jago tentang yang berbau porno.

Aku pun segera mengunci pagar rumah, pintu depan, serta menutup jendela dan gordinnya agak rencana nonton bokep barena kami tidak diketahui orang lain. Aku siapkan vcd yang ada di bawah tv dan kami pun mulai menonton film. Satu judul film mulai kami putar sembari aku mematikan lampu ruang tengah agar lebih redup. Satu persatu, kami menempatkan diri masing-masing, berselonjor di atas karpet hangat yang telah aku siapkan tadi, tiduran dengan bantal dan guling seadanya, sambil menonton bokep yang sedang diputar.

Nontong bola bareng telah berganti dengan nonton bokep bareng, bahkan seakan kami terbius oleh nuansa erotis yang ditampilkan oleh para aktor dan artis dalam film tersebut. Hingga pukul 1 lewat, kami masih belum bergeming untuk menggantinya dengan chanel tv siaran pertandingan bola.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 malam, lambat laun satu persatu teman-teman mulai mengantuk. Aku melirik ke arah rony, ia sudah mulai menguap dan siap-siap tidur, sementara si jack, sang pencetus ide nonton bokep bareng malahan telah tertidur dengan pulasnya. Di sebelah bawahku, dekat kakiku yang aku selonjorkan, ada andy yang telah melipat kedua tangannya dan mulai memejamkan mata. Singkat waktu, mereka telah tertidur pulas, bahkan mataku rasanya juga sudah mulai mengantuk, sementara vcd masih memutar kaset bokep. Hanya tinggal adi yang sedang berbaring, memelototi setiap gerakan-gerakan bercinta para pemain film. Nampaknya ia masih sangat betah untuk hal itu.

"Kamu belum ngantuk di?" tanyaku spontan. "Belum jef, masih pengen nonton nih!" jawabnya singkat.
"ya udah, aku tidur dulu ya, udah ngantuk. Ntar kalau udah selesai dimatiin aja vcd dan tvnya" jawabku seraya menata bantal dan bersiap tidur. 
"iya, nyante aja!beres deh!" kata adi yang beranjak dari pembaringannya, menuju vcd dan mengganti kaset yang telah hampir habis diputar.

Selang beberapa saat, aku terjaga dari tidurku, melihat tv yang masih menyala. Ku tengok adi masih terjaga dan senantiasa menonton filmnya. Namun ada yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Adi tidak hanya menonton tv, ia juga melakukan gerakan mengelus-elus batang kemaluannya yang terbungkus celana. Sesekali ku lirik lagi, ia masih saja mengelus-elusnya, bahkan terkadang, ia memasukkan tangannya ke celana dalamnya dan melakukan onani di dalam celana.... Gairahku semakin terpancing ketika melihat aksi-aksi seks di film yang tengah diputar bersamaan dengan aksi adi yang tengah memegang-megang kontol dalam celananya. Tak tahan aku melihatnya, akhirnya aku mememutuskan untuk................... CONTINUE

1 komentar:

  1. gw mau ke jogja bulan depan. add facebook gw aja. kamal_kesepian@yahoo.com . no hp gw 087886737562

    BalasHapus